Sunday, July 8, 2012

Berita Foto : Xabi "Hipnotis" Jakarta


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemain kelahiran Tolosa, Spanyol, Xabi Alonso "menghipnotis" publik Jakarta saat beraksi dalam acara "Indonesia Mengoper Bola 2012". Kehadiran mantan pemain Real Sociedad itu disambut puluhan ribu penggemarnya. Mereka umumnya fans Real Madrid dan Spanyol.

"Indonesia Mongoper Bola" merupakan lanjutan program tahunan "Indonesia Menggiring Bola". Ketika itu, Dua Kelinci mendatangkan pesepak bola Portugal, Luis Figo. Adapun tema yang diangkat tahun ini adalah "Loves, Lives, Real Soccer to Become a Champion".

Menurut prediksi panitia, acara itu diikuti sekitar 15.000 peserta. Program itu juga dimaksudkan untuk pembuatan rekor dunia, dengan mengikutsertakan 1.000 pengoper bola. Rekor itu termasuk dalam kategori "Most Consecutive Football Passes" dari Guinness World of Records.

Harapannya, program "Indonesia Mengoper Bola 2012" dapat meningkatkan minat dan cinta masyarakat Tanah Air terhadap sepak bola, sejalan dengan kampanye "Indonesia Mengoper Bola 2012: Loves, Lives, Real Soccer to Become a Champion".


Via: Berita Foto : Xabi "Hipnotis" Jakarta

Saturday, July 7, 2012

Xabi Alonso Berlibur ke Bali


JAKARTA, KOMPAS.com - Kelompak suporter Real Madrid di Indonesia, Madridista Indonesia, tak menyia-nyiakan kesempatan bertemu langsung salah satu pemain "Los Blancos", Xabi Alonso.

Bertempat di Monas, Jakarta, Minggu (8/7/2012), Madridista Indonesia memberikan kenang-kenangan kepada Alonso. Di atas panggung yang disaksikan ribuan penggemarnya, Alonso mendapatkan sebuah batik bermotif lambang Madrid, seragam Madridista Indonesia, serta karikatur dirinya.

Alonso yang terlihat ramah menyapa para fans, juga membubuhkan tanda tangan di bendera Madridista Indonesia.

Setelah acara tersebut, sebanyak 10 fans Madrid juga mendapat kesempatan bertemu langsung Alonso di sebuah tenda khusus yang disediakan pihak sponsor. Di dalam tenda itu, para fans terlihat begitu semringah ketika berhasil berfoto dan mendapat tanda tangan dari idolanya.

"Saya tak menyangka bisa bertemu langsung dengan Xabi Alonso. Ini seperti mimpi. Saya dan teman-teman juga memberikan oleh-olehnya untuknya, yakni puzzle tentang Xabi Alonso dan keluarganya," jelas salah satu Madridista, Sidi.

Setelah mengikuti acara ini, Alonso dikabarkan bakal menjalani liburan di Bali. Hal itu diungkapkan salah satu Madridista Indonesia yang berkesempatan bertemu Alonso secara langsung.

"Saya tadi tanya dia (Alonso) ingin ke mana? Dia bilang akan berlibur ke Bali bersama istrinya (Nagore Aramburu, Red). Istrinya tidak terlihat di sini, mungkin tak ikut dan masih di hotel," sambungnya.


Via: Xabi Alonso Berlibur ke Bali

Atasi Thompson, Wladimir Klitschko Pertahankan Gelar


Bern - Wladimir Klitschko berhasil mempertahankan gelar juaranya setelah mengalahkan penantangnya, Tony Thompson. Klitschko dinyatakan menang di ronde keenam.

Di Stade de Suisse Wankdorf, Bern, Swiss, Sabtu (7/7/2012), Klitschko berhasil membuat Thompson mencium kanvas pada ronde enam. Meski Thompson masih mampu bangun, wasit kemudian menghentikan pertandingan.

Di ronde lima, Thompson yang merupakan petinju asal AS dan kini berusia 40 tahun sebenarnya juga sempat disungkurkan oleh Klitschko. Tetapi ketika itu pertandingan masih dilanjutkan.

Ini bukanlah pertemuan pertama keduanya. Klitschko dan Thompson sempat berhadapan tahun 2008 lalu, dengan kemenangan KO di ronde ke-11 ketika itu diraih oleh Klitschko. Thompson saat itu disebut mengalami cedera di bagian kaki sehingga pergerakannya jadi kurang leluasa.

Dengan kemenangan tersebut maka gelar juara kelas berat versi IBF, WBA dan WBO masih berhak disandang Klitschko, yang merupakan kelahiran Ukraina 36 tahun silam.

Usai pertandingan, Klitschko langsung memimpin sekitar 25 ribu penonton laga itu untuk menyanyikan lagu 'Selamat Ulang Tahun'. Itu ia persembahkan untuk sang pelatih, Emanuel Steward, yang genap berusia 68 tahun.

"Tony Thompson sulit sekali dipukul. Sepanjang malam Tony terus-terusan mengawasi tangan kanan Wladimir," kata Steward di CBSSports.com.




Via: Atasi Thompson, Wladimir Klitschko Pertahankan Gelar

Rekor Mengoper Bola Dipecahkan


JAKARTA, KOMPAS.com - Rekor dunia mengoper bola dipecahkan, Minggu (8/7/2012) ini, di Lapangan Monas, Jakarta. Tercatat angka terakhir jumlah operan bola yang dilakukan sebanyak 1.074 kali pada pukul 10.40 WIB.

Panitia menargetkan bisa melewati jumlah operan bola yang dilakukan di Bandung, yaitu 1031 kali, beberapa waktu sebelumnya. Bahkan, memecahkan angka operan yang pernah dilakukan di Hong Kong, yaitu sekitar 600 kali.

Puluhan sekolah sepak bola di sekitar wilayah Jabodetabek hingga Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, dikerahkan untuk mendukung terciptanya rekor ini.

Panitia penyelenggara juga mengundang bintang timnas Spanyol, Xabi Alonso, datang ke acara ini. Namun, pemain Real Madrid itu telah meninggalkan arena pemecahan rekor, sekitar 90 menit sebelum tendangan akhir dilakukan.


Via: Rekor Mengoper Bola Dipecahkan

Vettel Risau Balapan Akan Jadi Seperti Undian


Silverstone - Sebastian Vettel menilai GP Inggris Raya bisa menjadi sebuah undian besar jika hujan kembali turun dan mengguyur lintasan, seperti pada sesi kualifikasi.

Sesi kualifikasi di Silverstone, Sabtu (07/07/2012), sempat disetop sekitar 1,5 jam akibat hujan deras. Setelah kembali dilanjutkan, Vettel pada akhirnya mencatatkan waktu terbaik keempat.

Pebalap Red Bull tersebut lalu memprediksi kalau balapan, Minggu (8/7) akan berjalan amat berat jika kondisi seperti itu terjadi lagi di lintasan.

"Dengan kondisi seperti itu, balapan bisa menjadi sebuah undian besar," ujar Vettel seperti dilansir Autosport.

"
Via: Vettel Risau Balapan Akan Jadi Seperti Undian

"La Furia Roja" belum Puas


JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah merengkuh gelar kampiun Eropa dua kali berturut-turut, yaitu tahun 2008 dan 2012, serta Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Spanyol tak akan berhenti. Tim berjulukan La Furia Roja itu masih ingin menambah gelar pada perhelatan Piala Dunia 2014 di Brasil.

Xabi Alonso, gelandang tim nasional Spanyol, kampiun Piala Eropa 2012, dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta, Sabtu (7/7), mengatakan, tak ada yang menyangka tim berjulukan La Furia Roja bisa memenangi turnamen yang sama, dua kali berturut-turut. Ditambah satu gelar juara dunia, Spanyol telah menorehkan sejarah baru dalam sepak bola dunia.

Banyak yang meragukan kami bisa melakukannya. Memang sulit, tetapi kami menciptakan sejarah, kata Alonso.

Gelandang Spanyol yang saat ini bermain untuk klub Real Madrid itu mengatakan, dia dan rekan-rekan yang tergabung dalam tim Spanyol dalam kondisi terbaik. Bermain dengan kerekatan hubungan personal yang sangat baik antaranggota, meski bersaing ketat di liga domestik, ditambah dengan pola permainan yang mudah dipahami, menjadikan Spanyol berada dalam puncak penampilan.

Walau diakui tidak akan mudah untuk meraih gelar lain seusai Piala Eropa 2012, pesepak bola yang pernah bermain untuk klub Inggris, Liverpool, ini menyatakan, Spanyol ingin kembali mencetak sejarah pada tahun-tahun mendatang.

Pelatih Spanyol Vicente del Bosque seusai laga babak final Piala Eropa 2012 lalu mengatakan, para pemain harus bersiap untuk babak kualifikasi Piala Dunia 2014 di Brasil.

Mantan Manajer FC Barcelona Josep Guardiola dalam sesi wawancara khusus di Malaysia, dua pekan lalu, mengatakan, Amerika Selatan masih akan menjadi penantang serius bagi tim sepak bola asal benua biru, Eropa. Banyaknya talenta sepak bola di benua tersebut, ditambah dengan kualitas pelatih yang mumpuni, membuat tim sepak bola Amerika Selatan masih menjadi penantang serius Eropa pada Piala Dunia mendatang.

Tetap di Madrid
Dalam pertemuan singkat dengan puluhan wartawan, baik dari media cetak maupun elektronik Indonesia, Alonso sempat mengungkapkan kekaguman terhadap banyaknya penggemar sepak bola, terutama penggemar La Ligasebutan bagi Liga Spanyoldi Indonesia. Kedatangannya ke Jakarta untuk pertama kali juga bermaksud untuk membagi pengalaman dan ilmu dalam olahraga ini kepada anak-anak Indonesia.

Ketika ditanya sejumlah wartawan mengenai masa depannya di Los Galacticos, sebutan bagi Real Madrid, Alonso menjawab, dia nyaman dengan kondisi klub tersebut. Setelah merengkuh gelar La Liga musim 2011-2012, dia ingin membuat rekor baru bersama Madrid.

Pemecahan Rekor
Dalam kunjungan dua-tiga hari di Jakarta atas undangan perusahaan makanan Dua Kelinci itu, Alonso bersama 15.000 orang akan hadir dalam pemecahan rekor dunia mengoper bola di Lapangan Monas, Jakarta, hari ini. Bersama para pemain tim nasional Indonesia, seperti Ponaryo Astaman dan kawan-kawan, Alonso dan belasan ribu penggemar sepak bola Indonesia akan berupaya mengukir namanya di Guinness Book of World Records dalam kategori Most Consecutive Football Passes.


Via: "La Furia Roja" belum Puas

Park Ji-sung Pindah ke QPR


MANCHESTER, KOMPAS.com - Queens Park Rangers (QPR) mendapatkan gelandang Manchester United (MU), Park Ji-sung. Pemain Korea Selatan berumur 31 tahun itu ditransfer dengan nilai 5 pounds (sekitar Rp 72,8 miliar).

Park Ji-sung sudah tampil 133 kali di Premier League bersama MU. Sejak kepindahannya dari PSV Eindhoven ke MU, ia sudah mencetak 19 gol. Bersama "Setan Merah", ia ikut menjuarai empat Premier League dan satu Liga Champions.

Belum disebutkan berapa lama Park Ji-sung dikontrak QPR. Yang pasti, di QPR dia mendapat jaminan menjadi pemain inti daripada di MU.

Park mengawali karier profesionalnya di klub Jepang, Kyoto Purple Sanga. Dia tampil memukau di Piala Dunia 2002 dan kemudian dikontrak PSV Eindhoven. Ternyata, di klub Belanda itu ia juga bermain bagus hingga dibeli MU pada 2005. (BBC)


Via: Park Ji-sung Pindah ke QPR

Schumi Harapkan Balapan Basah


Silverstone - Di atas lintasan basah, Michael Schumacher menyudahi sesi kualifikasi GP Inggris Raya di posisi tiga. Tak ayal ia pun berharap hujan kembali turun dalam balapan, Minggu (8/7/2012).

Schumacher, yang tengah mengejar podium kedua secara beruntun setelah finis ketiga di Valencia, menjadi salah satu pebalap yang tampil impresif dalam lintasan basah Silverstone. Ini ia tunjukkan dalam sesi latihan bebas Jumat (6/7) dan kemudian sesi kualifikasi Sabtu (7/7).

Atas performa menawannya pada lintasan basah tersebut, pebalap Mercedes itu pun berharap agar hujan kembali turun saat balapan GP Inggris dilangsungkan.

"Saya pikir kami cukup kompetitif dalam kondisi basah, baik dengan ban basah ataupun intermediate, jadi besok hujan akan kembali diharapkan," ujarnya seperti dilansir Planet F1.

"Saya amat senang berada di posisi tiga, ini bagus untuk tim dan terimakasih kepada mereka semua," lanjut Schumi, sapaan akrabnya.




Via: Schumi Harapkan Balapan Basah

Van Persie Dikerubuti Tiga Klub Besar


LONDON, KOMPAS.com - Setelah penolakannya untuk memperpanjang kontrak dengan Arsenal, Robin van Persie (RvP) langsung dikerubuti tiga klub besar. Selain Manchester City masih ingin memilikinya, kini Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG) juga siap membelinya.

City memang lebih dulu menyatakan ketertarikannya kepada RvP. Namun, mereka tak bersedia membeli lebih dari 20 juta pounds (sekitar Rp 291.2 miliar).

Sementara, sebuah sumber dari Barcelona mengatakan, pihaknya juga tertarik mendapatkannya. "Kami berharap musim panas yang sangat panas di bursa transfer ini," kata sumber itu kepada The Sun.

City dan PSG tak bermasalah soal uang. Mereka hanya tinggal mencari kesepakatan berbagai pihak. Namun, Barcelona pun juga punya strategi untuk mendatangkan Van Persie. Barca dikabarkan akan menjual David Villa dan uangnya untuk membeli Van Persie.

PSG yang dimiliki penguasaha asal Qatar juga sedang bernafsu membeli pemain-pemain besar. Dengan kekuatan uangnya, mereka akan menjadi pesaing berat buat Barca dan City.

Hanya saja, City memiliki kedekatan lebih baik. Mereka juga menjadi kekuatan baru dan sukses menjuarai Premier League musim 2011-12. Van Persie ingin meninggalkan Arsenal, karena ia sudah bosan dengan kegagalan meraih trofi dalam tujuh tahun. City bisa menawarkan kesuksesan itu, apalagi Van persie sudah telanjur terbiasa dengan sepak bola Inggris.

Pemain City, Kolo Toure, juga terus menggoda Van Persie pindah ke klubnya. Toure yang juga mantan pemain Arsenal, menyarankan agar van Persie mengikuti langkahnya.

"Dia (Van Persie) adalah pemain top. Jika datang (ke City) maka akan sangat hebat, karena aku tahu apa yang bisa ia perbuat," kata Toure.

"City bisa berada di atas dalam waktu yang lama. Kami bisa bersaing dengan tim-tim besar macam Barcelona dan Real Madrid. Kami punya banyak pemain fantastis yang bisa mewujudkan harapan itu," tambahnya.

Saat ini, di City sudah ada empat mantan pemain Arsenal. Selain Toure, juga ada Samir Nasri, Gael Clichy, dan Emmanuel Adebayor.


Via: Van Persie Dikerubuti Tiga Klub Besar

Zola Latih Watford


LONDON, KOMPAS.com - Mantan striker Italia dan Chelsea, Gianfranco Zola, dikontrak dua tahun untuk menjadi pelatih klub Liga Championship, Watford.

"Setiap orang tahu bagaimana Gianfranco Zola menyukai bagaimana seharusnya sepak bola dimainkan. Saya kira suporter Watford bisa berharap gaya sepak bola menyerang dan menarik dari timnya. Gianfranco mewakili proyek ini secara sempurna," kata Direktur Teknik Watfort, Gianfranco Nani, di situs resmi klub, www.watfordfc.com.

Pemilik Watford asal Italia, Gaimpaolo Pozzo, sebelumnya juga sudah mengisyaratkan akan mendatangkan Zola sebagai manajer, menggantikan Sean Dyche. Zola memiliki banyak pengalaman di sepak bola Inggris selama 7 tahun memperkuat Chelsea. Publik Inggris bahkan masih mengenangnya sebagai pemain kecil yang lincah dan cerdas.

Pozzo tak hanya memiliki Watford. Dia juga menjadi pemilik Udinese (Italia) dan Granada (Spanyol). Sejak dimiliki Pozzo, Granada berkembang pesat dan terus promosi hingga ke Liga BBVA.

Zola sendiri cukup berpengalaman sebagai pelatih. Sebelumnya, ia menangani timnas U-21 Italia. Zola yang kini berumur 46 tahun, penisun dari sepak bola tujuh tahun silam.

Dia juga pernah menangani West Ham dan membawanya berada di urutan ke-9 Premier League. Watford juga pernah ditangani pelatih asal Italia lain, yakni Gianluca Vialli. Namun, dia dianggap kurang sukses. (RTR)


Via: Zola Latih Watford

Spies Sukses Start di Baris Depan meski Sempat Kebingungan


Saxony - Ben Spies dari Yamaha sukses menempati posisi start di baris depan dalam MotoGP Jerman. Siapa kira kalau itu diraihnya setelah sedikit "buta posisi" di beberapa menit akhir.

Dalam sesi kualifikasi di Sachsenring, Sabtu (7/7/2012), Spies berhasil mencatatkan waktu terbaik kedua di belakang Casey Stoner
Via: Spies Sukses Start di Baris Depan meski Sempat Kebingungan

Makan Bersama Xabi Alonso Bayar Rp 2,5 juta


JAKARTA, KOMPAS.com - Selain mengadakan jumpa pers, kedatangan Xabi Alonso ke Indonesia juga dimanfaatkan pihak sponsor untuk acara meet and greet di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu (7/7/2012) malam. Para peserta mendapat kesempatan bertemu lebih dekat dengan bintang Real Madrid asal Spanyol itu usai makan malam di tempat yang sama.

Meski tiket meet and greet dibanderol sebesar Rp 2,5 juta, animo para penggemar ternyata cukup besar. Terbukti, sebanyak 83 peserta rela merogoh koceknya dalam-dalam demi mimpi bertemu Alonso.

Kesan yang didapat dari para peserta pun beragam. Kebanyakan peserta merasa puas bisa berfoto dan mendapat tangan dari pemain idolanya. Namun, ada juga yang agak kecewa lantaran begitu singkatnya bersua Alonso.

"Acara ini bagus, karena memberikan kesempatan bagi penggemar untuk bertemu langsung dengan Xabi Alonso. Ini kesempatan yang sangat langka," kata David H, salah satu peserta meet and greet.

Sementara, tanggapan berbeda datang dari Adi Dwijayadi, fans Real Madrid. "Saya baru pertama kali ikut acara seperti ini. Agak kecewa, karena cuma dapat kesempatan sekali foto dan sekali tanda tangan. Ini di luar bayangan saya," jelasnya.


Via: Makan Bersama Xabi Alonso Bayar Rp 2,5 juta

Indonesia Tebas Timor Leste 2-0


PEKANBARU, KOMPAS.com - Di laga kedua Grup E Kualifikasi Piala Asia U-22 di Stadion Utama Riau, Sabtu (7/7/2012) malam, Indonesia akhirnya mengantongi kemenangan perdananya. Timor Leste tuntas ditebas dua gol tanpa balas.

Setelah sukses memimpin 1-0 di babak pertama, Indonesia masih mengambil kendali serangan. Sesekali, Timor Leste melakukan serangan balik, namun belum cukup membahayakan gawang Aji Saka.

Pada menit ke-60, Kurniawan sempat mendapatkan peluang terbuka di kotak penalti Timor. Namun, sepakannya masih melambung.

Beberapa saat kemudian, Dany Cahya sukses menerobos pertahanan Timor. Umpan lambungnya memang tak terjangkau kiper Ramos Soazinho, namun bolanya menjauhi tiga pemain Indonesia yang telanjur merangsek ke depan gawang.

Pada menit ke-65, Indonesia nyaris menggandakan keunggulan setelah Ramos keluar dari sarangnya. Namun, tembakan Agus Supriyanto dari tengah lapangan masih menyamping di sebelah kiri gawang Timor.

Dua menit kemudian, kapten "Garuda Muda", Andik Vermansyah, lolos dari sergapan bek-bek Timor. Namun, sepakan lengkung bomber Persebaya Surabaya itu masih jauh dari sasaran.

Tak berapa lama, umpan pendek Kurniawan nyaris dimaksimalkan Rasyid, namun sepakannya masih tipis di atas gawang Ramos.

Tujuh menit jelang waktu normal usai, umpan terobosan Agus berhasil meloloskan Andik. Namun, ia gagal memanfaatkan peluang satu lawan satu dengan Ramos. Kiper Timor itu dapat mementahkan eksekusi Andik dengan kaki kirinya.

Pada menit ke-85, Indonesia akhirnya menggandakan keunggulan menjadi 2-0, setelah Agus tak menyia-nyiakan kesempatan emasnya berhadapan dengan Ramos.

Hingga wasit Yaqob Said Abdullah Abdul Baqi dari Oman meniupkan peluit panjang, Timor Leste gagal mengejar ketertinggalan dua golnya dari Indonesia.

Kemenangan pertama tim "Merah Putih" membuat mereka berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan nilai ketiga. Jepang memimpin dengan keunggulan agresivitas gol atas Australia. Kedua tim sama-sama mengoleksi nilai enam, hasil sempurna dalam dua pertandingan.

Susunan Pemain
Indonesia:
45-Aji Saka (kiper), 3-Dany Saputra, 4-Syaiful Indra Cahya, 5-Nurmufid, 10-Andik Vermansyah (kapten), 14-Rasyid, 18-Agung Supriyanto, 25-Agus Nova (28-Safrudin Taher), 31-Syahroni (13-Kurniawan), 47-Fandi Eko Utomo, 21-Yoshua Pahabol (9-Hendra Adi Bayauw)
Pelatih: Aji Santoso

Timor Leste: 12-Ramos Soazinho (kiper), 4-Ramon de Lima Saro, 2-Raimundo Jose do Rego Sarmanto, 6-Oligario Barreto, 13-Diogo Santos Rangel, 7-Paulo Helber Rosa Ribiero, 10-Nicolao Higinio Baptista Soarez (kapten), 3-Agostinho, 9-Jose Carlos da Fonseca, 19-Marcos da Conceica, 11-Da Cruz
Pelatih: Norio Tsukitate

Wasit: Yaqob Said Abdullah Abdul Baqi (Oman)


Via: Indonesia Tebas Timor Leste 2-0

Ray Allen Hijrah ke Heat


Miami - Juara NBA Miami Heat segera mendapatkan 'amunisi' baru untuk kompetisi musim depan. Pebasket veteran Ray Allen setuju meninggalkan Boston Celtics untuk bergabung dengan Heat.

Diberitakan Miami Herald, Allen menolak tawaran finansial yang lebih besar dari Celtics yaitu sebesar 12 juta dolar AS selama dua tahun dengan menerima 6,3 juta dolar AS dengan durasi yang sama dari Heat.

Kabar ini diungkapkan oleh pemilik Heat, Micky Arison, pada Jumat (6/7/2012) malam waktu setempat usai menerima kepastian dari presiden klub, Pat Riley.

"Sekarang pukul 2.30 pagi di London dan saya baru saja bangun dengan menerima berita hebat," kicau Arison di Twitter. "Selamat datang di keluarga baru, No. 20," tulisnya lagi sembari mengindikasikan kalau Allen akan memakai jersey nomor 20.

Bintang Heat Lebron James juga mengonfirmasi bahwa Allen akan bergabung dengannya melalui akun Twitter pribadinya @KingJames.

"HeatNation sambutlah kedatangan rekan baru kita Ray Allen Wow," kicau pebasket yang sudah 8 kali masuk tim NBA All-Star itu.

Meski sudah sepakat, pemain yang dijuluki Three Point King itu belum resmi bergabung Heat sebelum 11 Juli karena aturan NBA.

Menurut Yahoosport, keputusan Allen hengkang ke Heat disebut-sebut dipengaruhi oleh hubungan yang tidak harmonis dengan point guard Celtics, Rajon Rondo. Selain itu, Allen juga sakit hati setelah Celtics nyaris menukarnya ke Memphis Grizzlies pada Februari silam.


Via: Ray Allen Hijrah ke Heat

Friday, July 6, 2012

Dua Raksasa Berebut Maicon


MADRID, KOMPAS.com - Dalam beberapa hari ini, Real Madrid berusaha keras mendapatkan bek sayap Inter Milan, Douglas Maicon. Ironisnya, pemain Brasil itu justru kian merapat ke Chelsea.

Pelatih "Los Blancos" Jose Mourinho menginginkan servis Maicon. Maksud Mou --sebutan Mourinho-- mengundang pria berusia 30 tahun itu ke Santiago Bernabeu adalah untuk melapis posisi Alvaro Arbeloa. Kedua pemain diharapkan "The Special One" -- julukan Mourinho-- saling mengisi dan melapis posisi bek sayap kanan.

Namun, menurut harian Spanyol, Marca, Madrid berkeras membeli servis Maicon pada lima juta euro (sekitar Rp 60 miliar). Sementara label Inter untuk pemain itu diperkirakan delapan juta euro (Rp 96 miliar).

"Prioritas Madrid dan aku mungkin berbeda. Jika nilai transfer memang tak mencapai kesepakatan, aku akan mencari nafkah di tempat lain. Itulah sepak bola," ucap Maicon kepada teman dekatnya yang kemudian dikutip Marca.

Kabarnya, "The Blues" sudah menyepakati nilai transfer yang diinginkan "La Beneamata". So, langkah Maicon lebih ringan ke Stamford Bridge ketimbang ke Santiago Bernabeu.


Via: Dua Raksasa Berebut Maicon

Guardiola di AS sampai Akhir Tahun


MADRID, KOMPAS.com - Josep Maria Orobitg, selaku agen Josep "Pep" Guardiola, membantah kliennya akan menangani tim nasional Rusia. Pernyataan Orobitg merupakan respons dari spekulasi yang berkembang di Rusia.

Menurut media-media Rusia, Guardiola akan terbang ke Rusia untuk bernegosiasi dengan Federasi Sepak Bola Rusia. Pemilik Spartak Moskwa Leonid Fedun dikabarkan siap membayar gaji pelatih tersukses dalam sejarah Barcelona tersebut jika melatih timnas.

Selain Rusia, Guardiola juga dikabarkan sedang didekati AC Milan. Bahkan. koran Spanyol, AS, mengklaim kedua pihak telah bernegosiasi.

"Pep tidak menerima tawaran dari Rusia. Saya tidak mengerti dari mana kabar ini," jelas Orobitg kepada Izvetia.

"Guardiola dan keluarganya berada di Amerika Serikat saat ini. Ia berencana tetap tinggal di sana sampai akhir tahun 2012," ungkap Orobitg. (STT)


Via: Guardiola di AS sampai Akhir Tahun

Murray Tantang Federer di Final


London - Andy Murray sukses melangkah ke babak final Wimbledon 2012 setelah mengalahkan Jo-Wilfried Tsonga. Di babak final, Murray akan berhadapan dengan Roger Federer.

Dalam pertandingan yang selesai Sabtu (7/7/2012) dinihari WIB, Murray mengalahkan Tsonga dalam pertarungan empat set 6-3 6-4 3-6 7-5.

Keberhasilan Murray lolos ke partai puncak menjadikannya sebagai petenis Inggris Raya pertama yang masuk ke final Wimbledon sejak tahun 1938 setelah Bunny Austin. Sementara petenis Inggris terakhir yang memenangi Wimbledon adalah Fred Perry di tahun 1936.

"Sedikit lega, gembira, ini adalah pertandingan yang ketat. Kami berdua sama-sama punya peluang. Aku berhasil bertahan," tutur Murray seusai laga.

Di babak final, Murray akan menantang juara Wimbledon tujuh kali, Federer. Federer sudah memastikan tempat di babak final usai mengalahkan Novak Djokovic.

"Ini akan jadi salah satu pertandingan terbesar dalam hidupku. Pertandingan ini akan sangat sulit. Dia bermain luar biasa. Aku sangat bersemangat," tutupnya.


Via: Murray Tantang Federer di Final

Rio Haryanto Start ke-12 di Feature Race


Silverstone - Rio Haryanto mengakhiri sesi kualifikasi GP2 Inggris di posisi ketujuh. Namun penalti yang diterimanya di GP2 Valencia lalu membuatnya harus memulai feature race di Silverstone dari urutan ke-12.

Di sesi kualifikasi yang digelar Jumat (6/7/2012) waktu setempat, Rio mencetak waktu tercepat ke-7, dengan catatan waktu 2 menit 3,398 detik. Ia lebih unggul 0.029 detik dari rekan steimnya, Max Chilton.

Sesi kualifikasi dan sesi latihan yang berlangsung dalam kondisi hujan deras mengharuskan seluruh peserta menggunakan ban tipe wet. Bagi Rio, kedua sesi di hari Jumat ini merupakan pengalaman pertamanya membalap mobil GP2 dalam kondisi hujan dan basah.

Hasil sesi kualifikasi yang sangat baik buat Rio, karena sesi tadi adalah pengalaman pertama buat Rio mengemudi mobil GP2 dalam kondisi basah," ujar Manajer Teknis, Piers Hunnisett, dalam rilis yang diterima oleh detikSport.

"Ia berhasil menjalankan sesi dengan tenang selama berlangsungnya sesi, meskipun dalam kondisi yang sangat sulit."

"Ia harus menjalankan penalti penurunan 5 posisi dalam start besok, yang mana seluruh orang di paddock merasa ia seharusnya tidak mendapatkan hukuman tersebut. Kami berharap ia bisa meraih finis dalam posisi 8 besar," harapnya.

Sementara itu, posisi start terdepan diraih oleh Fabio Leimer dari tim Racing Engineering, dengan waktu 2 menit 1,889 detik. Posisi kedua dan ketiga masing-masing ditempati oleh Johnny Cecotto dan Jolyon Palmer.



Via: Rio Haryanto Start ke-12 di Feature Race

Van Gaal Kembali Besut Belanda


AMSTERDAM, KOMPAS.com - Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) resmi mengangkat Louis Van Gaal sebagai pelatih tim nasional, menggantikan Bert van Marwijk yang memutuskan mundur, 27 Juni lalu.

"KNVB mencapai kesepakatan dengan Louis van Gaal, di Noordwijk, pada Jumat (6/7/2012). Van Gaal akan menjadi pelatih dengan sasaran Piala Dunia 2014, terhitung 1 Agustus 2012," ujar KNVB

Marwijk mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegagalan Belanda lolos dari fase grup Piala Eropa 2012. Belanda mengakhiri fase Grup B sebagai penghuni dasar klasemen, dengan nilai nol.


Via: Van Gaal Kembali Besut Belanda

Inter: Selamat Datang, Silvestre


MILAN, KOMPAS.com - Inter Milan mengumumkan telah mendapatkan bek asal Argentina, Matias Silvestre (27) dari Palermo, dengan status pinjam selama satu musim atau hingga Juni 2013, Jumat (6/7/2012).

"Matias Silvestre kini adalah pemain Milan. Bek Argentina berusia 27 tahun itu bergabung dengan status pinjam," demikian pernyataan Inter.

Selain itu, Inter mengumumkan telah mengakhiri kerja sama dengan penyerang Diego Forlan, yang sebetulnya masih punya kontrak hingga 30 Juni 2013.

"Semua orang di Inter Milan mengucapkan semoga sukses kepada Forlan dalam perjalanan karier di masa mendatang," demikian pernyataan Inter.

Setelah mengakhiri kontrak dengan Inter, Forlan menandatangani kontrak berdurasi tiga musim dengan klub Brasil, Internacional.


Via: Inter: Selamat Datang, Silvestre

Sesi Kedua Juga Milik Pedrosa


Hohenstein-Ernstthal - Dani Pedrosa meneruskan performa impresifnya di latihan bebas MotoGP Jerman. Setelah berjaya di sesi pertama, rider Repsol Honda itu juga jadi yang tercepat di sesi kedua.

Sebelum sesi kedua ini digelar, Jumat (6/7/2012), hujan lebat sempat mengguyur Sirkuit Sachsenring. Namun, sekitar 10 menit sebelum sesi berakhir, matahari mulai bersinar dan membuat beberapa bagian sirkuit mengering.

Pedrosa tetap jadi yang terbaik di sesi kali ini. Dia mencatat waktu 1 menit 32,228 detik.

Pebalap Jerman yang membela LCR Honda, Stefan Bradl, membuat kejutan dengan berada di posisi kedua. Catatan waktunya lebih lambat 0,076 detik di belakang Pedrosa.

Seperti halnya di sesi pertama, Jorge Lorenzo tetap di posisi ketiga. Rider Yamaha itu ada di depan juara bertahan Casey Stoner.

Kondisi sirkuit yang basah menguntungkan Valentino Rossi. Kalau di sesi sebelumnya cuma menduduki urutan ke-11, kini dia ada di posisi kelima. Rekan setimnya di Ducati, Nicky Hayden, menyusul di belakangnya.

Hasil Free Practice II MotoGP Jerman:
No.-Nama-Tim-Waktu-Gap

1. Dani Pedrosa Honda 1m32.228s
2. Stefan Bradl LCR Honda 1m32.304s + 0.076s
3. Jorge Lorenzo Yamaha 1m32.327s + 0.099s
4. Casey Stoner Honda 1m32.408s + 0.180s
5. Valentino Rossi Ducati 1m32.532s + 0.304s
6. Nicky Hayden Ducati 1m32.657s + 0.429s
7. Cal Crutchlow Tech 3 Yamaha 1m32.744s + 0.516s
8. Andrea Dovizioso Tech 3 Yamaha 1m32.817s + 0.589s
9. Ben Spies Yamaha 1m33.107s + 0.879s
10. Hector Barbera Pramac Ducati 1m33.147s + 0.919s
11. Alvaro Bautista Gresini Honda 1m33.227s + 0.999s
12. James Ellison Paul Bird Aprilia 1m34.894s + 2.666s
13. Aleix Espargaro Aspar Aprilia 1m34.910s + 2.682s
14. Mattia Pasini Speed Master Aprilia 1m34.946s + 2.718s
15. Yonny Hernandez Inmotec FTR-Kawasaki 1m35.204s + 2.976s
16. Randy de Puniet Aspar Aprilia 1m35.311s + 3.083s
17. Danilo Petrucci Ioda-Aprilia 1m35.355s + 3.127s
18. Michele Pirro Gresini FTR-Honda 1m35.461s + 3.233s
19. Franco Battaini Cardion Ducati 1m36.019s + 3.791s
20. Ivan Silva Avintia Inmotec-Kawasaki 1m36.800s + 4.572s
21. Colin Edwards Forward Suter-BMW 1m43.245s + 11.017s



Via: Sesi Kedua Juga Milik Pedrosa

Godaan Toure untuk RVP


MANCHESTER, KOMPAS.com - Kolo Toure yakin masuknya Robin Van Persie akan memperkuat amunisi Manchester City. Menurutnya, "The Citizens" sangat berminat mendapatkan top skorer Premier League 2012 itu.

"Robin pemain hebat. Aku pernah bermain bersamanya dan dia memang luar biasa," ujarnya.

Keduanya adalah rekan setim di Arsenal selama lima musim. Piala FA 2005 adalah satu-satunya gelar jawara yang pernah mereka raih bersama. Pada 2009, Toure pindah ke kubu "Manchester Biru".

"City selalu menginginkan masuknya pemain hebat saat bursa transfer. Akan lebih spesial jika Robin datang dan dia akan membuat skuad menjadi lebih baik," lanjutnya.

Kalau RVP --sebutan Van Persie-- positif tiba di Etihad, dia akan jadi pemain Arsenal ke-6 yang berkostum "The Citizens" setelah Emmanuel Adebayor, Toure, Patrick Vieira, Gael Clichy, dan Samir Nasri.

Dan, godaan paling besar adalah peluang mendapatkan trofi kampiun Premier League diprediksi lebih besar. Itu yang tidak dinikmati Van Persie, sementara musim lalu Toure, Clichy, dan Nasri dengan manis mereguknya bersama City.


Via: Godaan Toure untuk RVP

Batal Pindah, Vertonghen Berharap Masih Diterima Ajax


AMSTERDAM, KOMPAS.com - Pemain belakang Ajax Amsterdam, Jan Vertonghen membatalkan niatnya pindah ke Tottenham Hotspur. Ia pun kembali ke Ajax untuk melakukan latihan pramusim dan berharap masih diterima klubnya dengan lapang dada.

Seperti dituturkan agen Vertonghen, Nakhli Mondial, saat ini kliennya malah sedang bernegosiasi untuk perpanjangan kontraknya bersama Ajax, bukan berdiskusi dengan petinggi "Spurs".

"Kami bertemu dengan pihak Ajax pagi ini dan telah sepakat. Kami berharap kedua pihak dapat saling mengerti," ujarnya, Jumat (6/7/2012).

Kontrak bek Belgia itu akan habis pada musim panas 2013 dan status Vertonghen akan bebas transfer pada tahun depan. Manajemen "De Amsterdammers" sebenarnya menunggu jika ambisi Vertonghen pindah ke "Spurs" menjadi kenyataan. Namun, ternyata tidak kesampaian dan ujung-ujungnya malah ingin memperpanjang kontrak dengan Jawara Eredivisie 2012 itu.


Via: Batal Pindah, Vertonghen Berharap Masih Diterima Ajax

Soal Guardiola, Milan Mulai "Bergerilya"


MILAN, KOMPAS.com - Diam-diam beberapa perwakilan AC Milan menggelar negosiasi dengan eks Pelatih Barcelona Josep "Pep" Guardiola. Ada apa ini?

Seperti diberitakan koran Spanyol, AS, kedua belah pihak telah bertemu. Milan ingin memastikan kemungkinan kerja sama dengan Guardiola di masa mendatang.

Pep sendiri sedang "menyepi" setelah empat tahun menangani Barcelona dan mempersembahkan 14 trofi.

Dari spekulasi yang beredar, manajemen "I Rossoneri" sedang mempertimbangkan masa depan Massimiliano Allegri, meski ia baru saja meneken perpanjangan kontrak.

Jika benar Milan menginginkan Guardiola, mereka harus bertarung dengan Chelsea dan Bayern Muenchen yang dilaporkan Football Italia juga ngebet meminang servisnya.


Via: Soal Guardiola, Milan Mulai "Bergerilya"

Thursday, July 5, 2012

Usai Kecelakaan, Kondisi De Villota Kritis tapi Stabil


Duxford - Kondisi test driver tim Marussia F1, Maria De Villota dikabarkan masih kritis namun stabil. Hingga kini, wanita berusia 32 tahun itu masih didampingi keluarganya dan dirawat di rumah sakit Addenbrooke.

De Villota mengalami kecelakaan ketika menjalani sesi tes untuk Marussia pada 3 Juli silam di Duxford Aerodrome. Dalam tes trek lurus, mobilnya kecelakaan dan menabrak sebuah truk. Saksi mata menyebutkan bahwa mobilnya tengah melaju pada kecepatan 50 kilometer/jam ketika kecelakaan itu terjadi.

Akibat kecelakaan itu, De Villota kehilangan mata sebelah kanannya dan harus menjalani operasi serius.

Hingga kini De Villota masih menjalani perawatan intensif. Kondisinya dikabarkan kritis namun stabil. "Maria masih tetap berada dalam kondisi kritis, tapi stabil dan tengah dirawat di rumah sakit Addenbrooke ini," ucap saudarinya, Isabel De Villota, seperti dilansir Autosport.

"Belum ada kabar terbaru sejauh ini. Kami sendiri sudah menerima kenyataan bahwa kondisi Maria stabil semenjak kecelakaan itu terjadi, apalagi pada malam pertama setelah operasi panjang yang ia alami."

"Kami, pihak keluarga, saling mendukung di sisi Maria dan kami berterimakasih atas perawatan medis yang ia dapatkan," tukas Isabel.

Kecelakaan yang dialami De Villota mengundang simpati dari para pebalap F1. Felipe Massa menyebut, FIA bisa turun tangan dan mengambil pelajaran dari kecelakaan tersebut.



Via: Usai Kecelakaan, Kondisi De Villota Kritis tapi Stabil

Milan Tak Tutup Mata pada Pemain Muda Indonesia


JAKARTA, KOMPAS.com - Jika memang menemukan pemain muda berbakat, AC Milan tak akan menahan diri untuk membawa anak dan remaja Indonesia untuk dilatih di San Siro. Presiden Asia Sports Development, Alan Solowiejczak, menjelaskan peluang para pemain dari Indonesia untuk "dicomot" AC Milan Academy terbuka lebar.

"Tidak ada yang mustahil. Milan Academy tentu takkan tutup mata jika ada pemain muda berbakat. Jadi, bila para pemain bisa menampilkan permainan yang hebat, bisa saja salah satu dari mereka diambil Milan untuk bergabung ke akademinya," ungkapnya di sela seleksi Milan Junior Camp 2012 di Lapangan Pertamina Simprug, Jakarta, Jumat (6/7/2012).

Sebanyak 50 pemain berusia 13-16 tahun mengikuti proses seleksi Milan Junior Camp 2012 untuk mewakili Indonesia All Star Challenge di Intesa Sanpaolo yang berlangsung di Milan, Italia. Di Milan, 18 orang yang terpilih berkesempatan mengikuti kompetisi dan juga pelatihan singkat. Namun, pemain berbakat berpeluang untuk terus dilatih di akademi Milan.

Sementara itu, mereka yang gagal di tahap seleksi ini namun memiliki potensi tetap memiliki peluang berlatih sepak bola melalui program beasiswa Pertamina Soccer School untuk 24 pemain muda potensial.


Via: Milan Tak Tutup Mata pada Pemain Muda Indonesia

Chelsea Batal Bangun Stadion Baru


London - Rencana Chelsea membuat stadion baru urung terlaksana. The Blues kalah memberikan penawaran dalam sebuah lelang yang dilakukan terhadap lokasi yang akan dijadikan markas baru mereka.

Chelsea tadinya memproyeksikan membangun stadion baru di Battersea Power Station. Itu adalah sebuah stasiun pembangkit listirk bertenaga batu bara yang sudah lama tak berfungsi.

Memiliki luas 158 hektar dan berada di tepi Sungai Thames, Chelsea menganggap Battersea Power Station sebagai pilihan tepat sebagai pengganti Stamford Bridge, yang kapasitasnya dirasa sudah tak mencukupi. Rencananya, The Blues akan membangun stadion baru dengan kapasitas 60.000 tempat duduk disana.

Tetapi hal tersebut tak jadi kenyataan. Setelah melakukan negosiasi alot selama 28 hari, pihak Chelsea harus rela kalah bersaing dengan beberapa perusahaan asal Malaysia yang berhasil membeli Battersea Power Station dalam sebuah lelang dengan dana sebesar 400 juta Euro atau sekitar Rp 4,6 triliun.

Beberapa perusaahan Malaysia tersebut rencananya akan membangun sekitar 3.500 rumah dan perkantoran di Battersea Power Station.

"Chelsea Football Club mendapat informasi bahwa pihak Battersea Power Station telah melakukan perjanjian eksklusif dengan pihak lain."

"Kami kecewa tidak terpilih sebagai pemenang lelang untuk Battersea Power Station, karena kami yakin kami dapat membuat sebuah stadion megah yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Wandsworth dan London pada umumnya," demikian pernyataan The Blues di situs resminya.




Via: Chelsea Batal Bangun Stadion Baru

Fabregas: Lindungi Penggemar Anak-anak


JAKARTA, KOMPAS.com - Pesepak bola profesional harus menjaga dan melindungi penggemarnya, terutama dari kalangan anak-anak. Perilaku para pesepak bola profesional, terutama di lapangan, bisa mengarahkan penggemar anak-anak berperilaku positif dan sebaliknya.

Hal tersebut diingatkan oleh anggota tim nasional Spanyol, Cesc Fabregas, dalam kunjungannya di Jakarta, Kamis (5/7). Selain bermain dengan baik, memperlihatkan kemampuan terbaik bagi tim, perilaku di dalam dan di luar lapangan juga merupakan sikap yang sering kali dicontoh para penggemar sepak bola, terutama anak-anak.

Pesepak bola profesional tidak boleh bersikap sembarangan. Anda harus menjaga sikap. Penggemar anak-anak pasti menonton televisi dan melihat tingkat laku Anda di lapangan, katanya.

Fabregas yang baru ikut mengantarkan Spanyol menjadi kampiun Piala Eropa 2012 di Polandia dan Ukraina, menegaskan, bagi pesepak bola profesional, penggemar adalah salah satu hal yang diutamakan. Berbicara dengan kata-kata kasar kepada media yang akhirnya sampai kepada para penggemar adalah perilaku yang harus dihindari.

Mantan gelandang serang klub Inggris, Arsenal, itu mengatakan, pendampingan orangtua selama menonton pertandingan sepak bola menjadi penting, terutama agar anak-anak mengambil sisi positif cabang olahraga ini.

Gelandang tim Perancis, Samir Nasri, adalah salah satu contoh pesepak bola yang mau mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada para penggemar, terutama anak-anak. Permintaan maaf yang disampaikan gelandang serang klub Inggris, Manchester City, dalam akun media sosial Twitter resmi miliknya itu adalah salah satu bentuk tanggung jawab Nasri terhadap para penggemar, terutama anak-anak.

Contoh tersebut agaknya patut ditiru oleh pesepak bola yang berlaga di Indonesia. Banyak kesalahan yang dilakukan, hingga melakukan penganiayaan terhadap wasit, tetapi tidak disertai dengan tanggung jawab terhadap para penggemar, terutama anak- anak. Tak ada secuil pun permintaan maaf muncul dari pesepak bola Indonesia.

Fabregas dalam kunjungan keduanya ke Indonesia sempat melakukan pertandingan persahabatan dengan tim Garuda. Berlaga di Stadion Gelora Bung Karno, Fabregas dan kawan-kawan bermain imbang dengan tim Garuda, 1-1. Fabregas menyumbang asis bagi terciptanya gol Ilija Spasojevic pada menit ke-14.

Sementara gol tim Garuda tercipta oleh Samsul Arif pada menit ke-25 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Decky Ardian.

Indonesia takluk

Sementara itu, Andik Firmansyah dan kawan-kawan yang turun dalam laga perdana babak kualifikasi Piala Asia U-22 Grup E di Pekanbaru, Riau, Kamis malam, harus mengakui keunggulan Australia dengan skor 0-1. Gol tunggal Australia diciptakan oleh Anthony Proia melalui sundulan menjelang babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Andik dan kawan-kawan mencoba bermain lebih menyerang. Beberapa kesempatan emas diperoleh anak asuh Aji Santoso dan Widodo C Putro tersebut. Namun, hingga babak kedua selesai, kedudukan tidak berubah. Australia memperoleh angka penuh, tiga, atas tim Indonesia. (MHD)


Via: Fabregas: Lindungi Penggemar Anak-anak

Vettel Kejar Kemenangan Pertama di Bulan Juli


Silverstone - Sepanjang kariernya di F1, Sebastian Vettel ternyata belum sekalipun memenangi balapan di bulan Juli. Dengan ada tiga seri digelar kali ini, pembalap Red Bull itu punya ambisi besar mematahkan 'kutukan' tersebut.

Total sudah 22 balapan dimenangi Vettel sepanjang keikutsertaannya di balapan F1. Namun, sebagaimana dikutip dari Reuters, belum satupun sukses tersebut diraih di bulan Juli.

Uniknya lagi, Juli sesungguhnya merupakan bulan kelahirannya. Tepat Selasa (3/7/2012) lalu dia menginjak usia yang ke-25.

"Saya lahir di bulan Juli, jadi itu harusnya jadi bulan yang bagus. Tak ada lagi tekanan di bulan Juli sekarang. Saya berusaha dengan keras, tapi itu tak memberi hasil di masa lalu, mungkin itu akan berhasil di tahun ini," sahut Vettel jelang balapan di Inggris akhir pekan ini.

"Jika itu terjadi saya akan sangat gembira. Jika tidak, kami akan mencobanya lagi - di bulan Juli yang lain," lanjut pembalap asal Jerman itu.

Ada tiga seri yang akan digelar sepanjang Juli ini. Setelah Inggris, balapan akan berlanjut di Jerman, sebelum kemudian mampir ke Hungaria.

Tiga balapan di bulan Juli ini akan punya arti penting buat Vettel untuk kembali merapatkan jarak dengan puncak klasemen karena setelahnya balapan akan menjalani jeda satu bulan lebih. Dengan poin 85, Vettel saat ini duduk di posisi empat klasemen, tertinggal 26 poin dari Fernando Alonso di posisi teratas.


Via: Vettel Kejar Kemenangan Pertama di Bulan Juli

Kemenangan Kedua Andre Greipel


Quentin - Untuk kali kedua secara beruntun, Andre Greipel menjuarai etape Tour de France. Dia menjadi pemenang di etape kelima, Kamis (5/7/2012) waktu setempat.

Kemenangan kedua Greipel juga didapat setelah dia mengalahkan dua pesaingnya, Matt Goss (Australia) dan Juan Jose Haedo (Argentina), dalam sebuah adu sprint jelang finis. Sukses Greipel memenangi etape empat sehari sebelumnya juga didapat dengan cara yang sama.

Menempuh rute dari Rouen ke Saint-Quentin sejauh 196,5 km, seluruh pebalap dihadapkan pada trek yang terhitung landai. Hanya beberapa kilometer jelang finis saja terdapat rute menanjak.

Total waktu yang dibutuhkan Greipel untuk menyentug garis finis pertama adalah empat jam, 41 menit dan 30 detik. Fabian Cancellara gagal masuk posisi 30 besar dalam etape ini, namun begitu dia masih berhak atas jaket kuning karena catatan waktu totalnya masih yang terbaik di antara pebalap lain.

Hasil Etape V Tour de France

1. Andre Greipel (Germany / Lotto)
2. Matthew Goss (Australia / Orica)
3. Juan Jose Haedo (Argentina / Saxo Bank)
4. Samuel Dumoulin (France / Cofidis)
5. Mark Cavendish (Britain / Team Sky)
6. Tom Veelers (Netherlands / Argos)
7. Oscar Freire (Spain / Katusha)
8. Alessandro Petacchi (Italy / Lampre)
9. Sebastien Hinault (France / AG2R)
10. Yohann Gene (France / Europcar)

Klasemen Keseluruhan Usai Etape V

1. Fabian Cancellara (Switzerland / RadioShack) 24:45:32"
2. Bradley Wiggins (Britain / Team Sky) +7"
3. Sylvain Chavanel (France / Omega Pharma - Quick-Step)
4. Tejay Van Garderen (U.S. / BMC Racing) +10"
5. Edvald Boasson Hagen (Norway / Team Sky) +11"
6. Denis Menchov (Russia / Katusha) +13"
7. Cadel Evans (Australia / BMC Racing) +17"
8. Vincenzo Nibali (Italy / Liquigas) +18"
9. Ryder Hesjedal (Canada / Garmin)
10. Andreas Kloeden (Germany / RadioShack) +19"


Via: Kemenangan Kedua Andre Greipel

Premier League Segera Pakai Teknologi Gawang


LONDON, KOMPAS.com - Begitu Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menyatakan teknologi garis gawang akan digunakan dalam sepak bola, Premier League akan segera mempraktikkannya.

Pada pertemuannya di Zurich, Swiss, Kamis (5/7/2012), FIFA memutuskan bahwa teknologi garis gawang akan segera digunakan. Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke mengatakan, teknologi yang digunakan adalah Hawk-Eye dan GoalRef dan akan diuji coba pada FIFA Club World Cup 2012, Desember nanti.

Premier League menyatakan, "Kami sudah lama mendukung penggunaan teknologi ini. Kami akan segera mengadakan diskusi tentang Hawk-Eye dan GoalRef dalam waktu dekat dan akan mencoba menggunakannya sesegera mungkin.

Inggris memang sudah lama terlibat dalam pembahasan teknologi ini sejak 2006. Bahkan, mereka pernah menggunakan di Fulham dan Reading.


Via: Premier League Segera Pakai Teknologi Gawang

Australia Puji Andik Cs


PEKANBARU, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional U-22 Australia, Paul Okon, mengaku puas dengan kemenangan atas Indonesia di laga perdana kualifikasi Piala Asia Grup E di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Kamis (5/7/2012). Menurut pelatih berusia 40 tahun ini, permainan anak asuhnya sudah sangat baik dalam laga yang berakhir 1-0 tersebut. Meski begitu, Indonesia juga bermain bagus.

Gol semata wayang skuad "The Socceroos" dicetak penyerang Anthony Proira di penghujung babak pertama. Dengan hasil itu, Australia berada di peringkat dua klasemen sementara, hanya kalah selisih gol dari Jepang di puncak.

"Kami senang tim mampu beradaptasi dengan baik, karena di Australia sedang musim dingin. Permainan kami sudah baik secara keseluruhan. Saya harap penampilan ini bisa tetap ditampilkan hingga kualifikasi selesai," ujar Okon saat jumpa pers di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Kamis malam.

Meski demikian, Okon tetap mengapresiasi semangat tinggi skuad "Garuda Muda" dalam laga tersebut. Secara khusus ia memberikan pujian kepada kapten timnas Indonesia, Andik Vermansyah, yang bermain cukup baik. "Dia (Andik) pemain yang sangat luar biasa. Tetapi, di samping itu, kami akan terus mengevaluasi tim kami sendiri agar lebih fokus di laga-laga berikutnya," ucap Okon.


Via: Australia Puji Andik Cs

Audisi Beasiswa Bulutangkis PB Djarum Diikuti 1.000 Peserta


Kudus - PB Djarum kembali menggelar Audisi Beasiswa Bukutangkis untuk menjaring bakat-bakat muda di tanah air. Untuk penyelenggaraan tahun 2012 ini, tercatat ada lebih dari 1.000 peserta berpartisipasi.

Bertempat di GOR PB Djarum di Kota Kudus, Audisi Beasiswa Bukutangkis mulai digelar mulai Kamis (6/7/2012) hingga Minggu (8/7/2012) mendatang. Sebanyak lebih dari 1.000 peserta dengan usia mulai dari 10-15 tahun berpartisipasi dalam penyelenggaraan tahun ini.

"Audisi Umum PB Djarum tahun ini luar biasa. Sudah lebih dari 1.000 atlet mendaftarkan diri, berdasarkan data tanggal 3 Juli 2012. Setiap tahun peserta Audisi Umum selalu menunjukkan tren meningkat," ungkap Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, dalam rilis yang diterima detikSport.

Ribuan anak-anak hingga remaja yang datang tersebut tak cuma berasal dari Pulau Jawa, beberapa di antaranya datang jauh dari Sumatera, Kalimantan, Bali dan Sulawesi.

Audisi akan dilakukan dalam empat tahapan. Nantinya mereka yang berhasil lolos masuk menjadi skuad PB Djarum akan menjadi penghuni asrama Atlet PB Djarum.

"Kami mencari atlet dengan kualitas terbaik, bukan kuantitasnya. Atlet yang tangguh, pantang menyerah, memiliki daya juang tinggi dan bermental juara adalah kriteria atlet yang kami cari. Oleh karena itu, proses seleksi ini akan berlangsung dengan ketat," ujar Fung Permadi, Manager Tim PB Djarum.

PB Djarum selama ini memang rutin mengirim atlet-atletnya ke berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat regional, nasional hingga internasional. "Hal ini merupakan program yang kami persiapkan untuk tetap mengharumkan nama Indonesia di ajang Dunia," lanjut Yoppy Rosimin.

Selain seleksi pemain, acara audisi di Kompleks GOR PB Djarum juga dimeriahkan dengan berbagai stand
Via: Audisi Beasiswa Bulutangkis PB Djarum Diikuti 1.000 Peserta

Serena Jumpa Radwanska di Final


London - Serena Williams sukses menghentikan perlawanan Victoria Azarenka di semifinal Wimbledon. Di final Serena akan menghadapi unggulan ketiga, Agnieszka Radwanska.

Dalam laga yang tuntas, Kamis (5/7/2012) malam WIB, Serena mengalahkan Azarenka lewat pertarungan dua set yang cukup ketat, 6-3 dan 7-6
Via: Serena Jumpa Radwanska di Final

Liestiadi: Dewi Fortuna Tak Bersama Indonesia


PEKANBARU, KOMPAS.com - Asisten pelatih tim nasional U-22, Liestiadi, mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya dalam laga perdana kualifikasi Piala Asia U-22 melawan Australia di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Kamis (5/7/2012). Ia menilai, meski menelan kekalahan 0-1, timnas U-22 sudah tampil maksimal dalam laga tersebut.

"Tim pelatih puas dengan penampilan anak-anak. Meski kita kalah kelas dalam hal pemain, tetapi menurut statistik, jumlah shoot on goal, kita hampir berimbang. Jadi, memang dewi fortuna tidak bersama kita," ujar Liestiadi saat jumpa pers sesuai laga di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Kamis malam.

Dalam pertandingan tersebut, skuad "Garuda Muda" menciptakan sejumlah peluang emas, tetapi tak diimbangi penyelesaian akhir yang baik.

"Kita memang mengakui pengalaman bertanding anak-anak masih kurang, karena itu feeling untuk penyelesaian akhir sedikit kurang terasah. Tapi tentunya, hal ini jadi bahan koreksi kita untuk laga selanjutnya melawan Makau," kata Liestiadi.

Gol tunggal "The Socceroos" diciptakan penyerang Anthony Proia pada menit ke-43. Dengan hasil tersebut, Indonesia berada di peringkat kelima dengan poin nol, sementara Australia berada di peringkat kedua dengan tiga poin, kalah selisih gol dari Jepang di puncak klasemen.


Via: Liestiadi: Dewi Fortuna Tak Bersama Indonesia

Jepang Sikat Makau 6-0


PEKANBARU, KOMPAS.com - Tim nasional Jepang berpesta enam gol tanpa balas ke gawang Makau, pada pertandingan kualifikasi Piala Asia U-22 Grup E, di Stadion Kaharudin Nasution. Sebanyak tiga gol dicetak penyerang Suzuki.

Suzuki mencetak gol pada menit ke-52, ke-65, dan ke-83. TIga gol lain diciptakan penyerang Hirota (18), gelandang Akino Hiroki (25), penyerang Watari (68).

Pada laga lain, di Stadion Utama Riau, timnas U-22 Singapura meraih kemenangan 2-1 atas Timor Leste. Sementara gol Singapura dicetak penyerang Fareez (44) dan bek Madhu M Mohana (81), gol Timor Leste dicetak Diogo Santos Rangel (66, penalti).

Susunan pemain Jepang VS Makau
Jepang: 31-Sugimoto; 13-Inukai (kapten), 15-Ueda Naomichi, 19-Matsubara Ken, 36-Suzuki Ryga; 11-Notsuda Gakuto (35-Matsumoto 60), 26-Akino Hiroki, 32-Arano; 21-Suzuki, 29-Hirota (30-Hashimoto 77), 44-Kinoshita (25-Watari 46)

Makau: 1-Ho Main Fai; 2.C I Choi (3-Chao Wai Fong), 6-Chan Man (12-Lei Ka Him 84), 14-Pang Shi Wai, 15-Lei Tin U; 13-Tang Hou Fai, 17-Lei Chi Kuan (10-Loi Wai Hong); 8-Kaewchang Capelo Iuri, 11-Leong Ka Hang (kapten), 18-Pang Chi Hang, 19-De Jesus Morais Alves Vinicio

Wasit: Salah Mohamed Noor Shaikh Abbas Alabbasi

Susunan pemain Singapura VS Timor Leste
Singapura: 24-Muhamad Syazwan Bin Buhari; 2-Muhammad Al-Qaasimy Bin Abdul Rahman (kapten), 4-Delwinder Singh, 6-Madhu M Mohana, 15-Sheikh Abdul Hadi Bin Sh Othman, 16-Muhammad Raihan Bin ABdul Rahman; 8-Samuel Benjamin Nadarajah (12- 38), 9-Safirul Bin Sulaiman, 10-Muhammad Faris Bin Ramli, 13-Muhammed Aqhari Bin Abdullah (20- 90+1);17-Fareez (27- 77)

Timor Leste: 12-Ramos Saozinho Ribeiro Maxanches; 4-Ramon De Lima Saro, 5-Theodor Soares Bau, 13-Diogo Santos Rangel, 15-Adelino Trindade Coelho M De Oliveira (21-Frangcyatma Alves Ima Kefi 80), 20-Jose Martins Do Rego (2-Raimundo Jose Do Rego Sarmento 57); 7-Paul Helber Rosa Ribeiro, 10-Nicolao Higinio Baptista Soares F (kapten); 9-Jose Carlos Da Fonseca, 16-Januario (11-Henrique Cruz 64), 19- Marcos Da Conceicao Jesus

Wasit: Ko Hyung Jin

Berikut ini adalah klasemen sementara kualifikasi Piala Asia U-22 Grup E

Tim Main Menang Seri Kalah Memasukkan Kemasukan Selisih Gol Poin
Jepang 1 1 0 0 6 0 6 3
Singapura 1 1 0 0 2 1 1 3
Indonesia 0 0 0 0 0 0 0 0
Australia 0 0 0 0 0 0 0 0
Timor Leste 1 0 0 1 1 2 -1 0
Makau 1 0 0 1 0 6 -6 0



Via: Jepang Sikat Makau 6-0

McLaren Yakin Sukses di Silverstone


Milton Keynes - Seri kesembilan F1 musim ini akan dihelat di Sirkuit Silverstone, Inggris, akhir pekan ini. Kubu McLaren menyebut bahwa mereka punya kans cukup bagus di sirkuit itu.

Terakhir kali pebalap McLaren leluar sebagai juara adalah ketika balapan GP Kanada beberapa pekan silam. Ketika itu, Lewis Hamilton sukses keluar sebagai juara dengan mengungguli Romain Grosjean dan Sergio Perez.

Sedangkan balapan terakhir, pada GP Eropa di sirkuit jalanan Valencia, dimenangi oleh Fernando Alonso.

McLaren bertekad untuk memenangi balapan akhir pekan ini, Minggu (8/7/2012), di Silverstone. Namun, Direktur Sport McLaren, Sam Michael, menyebut bahwa usaha mereka tak akan mudah.

Ia menyebut bahwa Red Bull bakal tetap menjadi lawan sulit, meski McLaren dinilainya cocok dengan karakter sirkuit.

"Secara tradisi, kami memang tidak bagus di Valencia. Tapi, jika Anda melihat Silverstone akhir pekan ini, itu jelas lebih cocok dengan kekuatan mobil McLaren," ujar Michael di Autosport.

"Biar bagaimanapun, mereka
Via: McLaren Yakin Sukses di Silverstone

Wednesday, July 4, 2012

"Catenaccio" Telah Mati


SELAMA perhelatan Piala Eropa 2012, dan juga kompetisi sepak bola besar lainnya, selalu saja catenaccio disebut-sebut. Setiap ada tim yang bermain dengan fokus bertahan dan mengandalkan serangan balik, selalu disebut sepak bola catenaccio.

Pada Piala Eropa 2012 lalu, Italia sebagai negara yang identik dengan catenaccio justru disebut mulai meninggalkan sepak bola bertahan itu. Bahkan, Inggris yang kemudian dituduh mengadopsi catenaccio.

Padahal, catenaccio murni sebenarnya sudah lama mati. Bahkan, tim-tim Italia yang dianggap gemar catenaccio sudah lama tak menggunakannya.

Catenaccio sebenarnya bukan dari Italia. Ide awalnya justru datang dari pelatih Austria, Karl Rappan. Dia memasang satu bek di belakang lini pertahanan, tepatnya di belakang dua bek tengah dan di depan kiper. Tugasnya menjamin keamanan. Jika lini belakang gagal menahan lawan, maka dia bisa menjadi penyapu terakhir sebelum kiper. Bek tambahan ini yang kemudian disebut sweeper atau penyapu. Rappan menyebut sistem ini dengan nama verrou atau gerendel.

Lalu, gaya sepak bola ini kemudian populer di Italia, setelah pelatih Nereo Rocco mengadopsinya. Dia memodifikasi sweeper dengan libero. Bedanya, jika sweeper khusus menunggu lawan lepas atau menjadi defender terakhir. Libero juga demikian, tapi dia diberi kebebasan bergerak. Dengan tugas utama membantu pertahanan, tapi dia juga diberi tugas menjadi playmaker kedua.

Sistem ini kemudian diperhalus oleh pelatih asal Argentina, Helenio Herrera, saat menangani Inter Milan pada era 1960-an. Rocco sukses bersama Milan degan juara Piala Champions (sekarang Liga Champions) musim 1962-63. Sedangkan Herrera sukses bersama Inter dengan menjuarai Piala Champions musim 1963-64 dan 1964-65.

Salah satu kunci dan ciri khas catenaccio adalah penggunaan man marking. Pemain lawan akan ditempel ketat dan sedekat mungkin. Tugas penempelan pemain lawan ini biasanya dilakukan bek tengah, bek sayap, dan gelandang bertahan.

Berbagai variasi catenaccio memang muncul. Tetapi, filosofinya, permainan defensif ini untuk mempertahankan keunggulan atau menghindari kemasukan gol. Juventus dengan bintangnya John Charles pernah memakai catenaccio juga. Setelah menjadi striker utama, tiba-tiba Charles turun menjadi bek tengah.

Lalu, memasuki era 1970-an, muncul Ajax Amsterdam yang begitu superior dengan permainan menyerangnya. Di bawah pelatih Rinus Michels, Ajax juara Piala Champions 1970-71, mengalahkan Panathinaikos 2-0. Saat itu, Ajax mengusung sepak bola total (total football) yang antitesis terhadap permainan bertahan. Ajax bermain sangat menyerang dan bahkan serangan tak hanya diandalkan pada lini depan, tetapi juga bisa lini tengah, bahkan defender. Sehingga, sepak bola man marking gaya catenaccio akan kesulitan membuat skala prioritas siapa saja yang harus ditempel ketat karena semua pemain bisa menyerang dalam total football.

Setahun kemudian, musim 1971-72, Ajax tak hanya mempertahankan Piala Champions. Tetapi, mereka juga menaklukkan catenaccio. Ajax yang bermain menyerang, menghajar Inter Milan 2-0 di final. Dua gol dicetak Johan Cruyff yang menjadi master permainan menyerang Ajax. Semusim kemudian, giliran Juventus yang dikalahkan Ajax di final Piala Champions. Di babak sebelumnya, AC Milan yang bermain bertahan dibantai Ajax 6-0.

Sepak bola menyerang total telah lahir dan juga mengandalkan zonal marking. Sejak saat itu, catenaccio murni yang bertahan dan mengandalkan man marking dianggap sekarat, kemudian mati perlahan. Kalaupun ada tim yang bermain bertahan, bukan berarti menerapkan catenaccio.

Catenaccio murni sudah kehilangan konteksnya di sepak bola modern. Apalagi setelah peraturan offside muncul dan lebih longgar bagi tim penyerang, maka catenaccio murni sudah tak cocok lagi, bahkan terasa riskan.

Memang, permainan bertahan tak mati. Bedanya, pemain gerendel (sweeper atau libero) tak digunakan lagi karena terbukti ketinggalan zaman. Lalu, muncullah zona mista. Sistem ini menggabungkan zonal marking dengan catenaccio yang mengandalkan man marking.

Di sistem zona mista, taktik bertahan adalah zonal marking. Namun, libero tetap dipertahankan untuk menempel (man marking) pemain paling berbahaya. Tim-tim Italia kemudian banyak yang menggunakan sistem ini dan mereka sukses di tingkat klub maupun timnas (juara Piala Dunia 1982). Enzo Bearzot merupakan tokoh sistem ini. Dan, sistem ini kemudian juga dikenal dengan Italian defense atau pertahanan gaya Italia.

Lalu, Arrigo Sacchi menjadi pelatih AC Milan (1987-1991). Dia memperkenalkan sepak bola indah dan menyerang dengan mengandalkan trio Belanda (Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten). Perlahan-lahan, tim sepak bola Italia meninggalkan catenaccio secara total.

Meski begitu, kata catenaccio masih sering dipakai dalam dunia sepak bola. Setiap tim yang bertahan dan mengandalkan serangan balik selalu disebut catenaccio. Padahal, hampir sudah tak ada tim yang menggunakan sweeper atau bahkan libero. Kalaupun ada, bukan berarti sistem permainannya catenaccio.

Tim yang kalah kualitas biasanya memang akan menerapkan permainan bertahan dan menerapkan serangan balik. Itu sudah wajar. Tetapi, kini masih sering terdengar latah soal catenaccio. Setiap tim yang bermain bertahan selalu dinilai menerapkan catenaccio. Padahal, bertahan tidak harus catenaccio. Sebab, bertahan itu adalah iktikad, rencana, dan strategi, bukan sistem. Dengan sistem apa pun, tim bisa bermain bertahan jika memang niatnya bertahan.

Memang, roh catenaccio terkadang merasuki tim-tim yang bermain bertahan. Seperti kala Jose Mourinho menyuruh Pepe menempel ketat Lionel Messi kala Real Madrid melawan Barcelona. Namun, Madrid sebenarnya tak sedang menerapkan catenaccio. Sebab, catenaccio murni sebenarnya sudah mati.


Via: "Catenaccio" Telah Mati

Jadi "Matador", Ramos Dipuji Matador


MADRID, KOMPAS.com - Bek tim nasional Spanyol, Sergio Ramos, dianggap memiliki kemampuan selain sebagai pesepak bola. Seseorang bernama Alejandro Talavante menilai bahwa Ramos juga berprofesi sebagai seorang matador. Mengapa bisa demikian?

Sesaat setelah menjuarai Piala Eropa 2012, Ramos melakukan selebrasi dengan menari ala matador. Seperti layaknya profesional, Ramos terlihat fasih melakukan gerakan-gerakan seorang matador.

Usut punya usut, Ramos mengetahui beberapa gerakan tersebut dari Talavante yang merupakan teman sekaligus matador terkenal di Spanyol. Talavante lantas mengungkapkan bila Ramos punya bakat menjadi seperti dirinya.

"Sergio memiliki kemampuan menjadi seorang matador terkenal dunia. Kalian pasti mengetahuinya. Dia sangat berharga dan punya kepribadian bagus. Sergio seorang fenomenal," puji Talavante seperti dulansir Marca.

Namun, Talavante lebih percaya jika bakat Ramos dilimpahkan untuk sepak bola. "Dia bintang yang lahir untuk sepak bola dunia. Iniesta mungkin pantas mendapatkan gelar pemain terbaik Piala Eropa 2012. Sergio hanya kurang mendapat perhatian. Tapi, dia memiliki mental juara seperti Iniesta ataupun Casillas," jelas Talavante.


Via: Jadi "Matador", Ramos Dipuji Matador

Djokovic Hadapi Federer di Semifinal


London - Untuk kali pertama dalam tiga tahun terakhir Roger Federer kembali masuk semifinal Wimbledon. Lawan yang menunggu dia di babak empat besar adalah si nomor satu dunia, Novak Djokovic.

Menghadapi Mikhail Youzhny, Rabu (4/7/2012) malam WIB, Federer memetik kemenangan mudah tiga set langsung 6-1, 6-2 dan 6-2. Petenis Swiss itu pun kembali menjejak babak semifinal Wimbledon, setelah pada 2010 dan 2011 terdepak di perempatfinal.

Kemenangan Federer tersebut sekaligus menjaga rekor 13 pertandingan tak terkalahkan atas Youzhny. Cedera punggung yang sempat diderita Federer terbukti tak memberi pengaruh karena petenis asal Swiss itu tetap tampil superior.

"Saya pikir saya bermain dengan bagus di sana. Saya sangat gembira bisa kembali masuk semifinal Wimledon," sahut Federer saat diwawancara usai laga seperti diberitakan Reuters.

Menunggu Federer di babak semifinal adalah Novak Djokovic. Unggulan teratas asal Serbia itu juga menang tiga set langsung atas Florian Mayer dengan 6-4, 6-1 dan 6-4.

"Saya menghadapi sedikit masalah beradaptasi dengan matahari dan suasana outdoor karena saya memainkan tiga pertandingan sebelumnya di dalam ruangan. Jadi saya butuh sedikit waktu untuk mendapatkan ritmenya," sahut Djokovic.



Via: Djokovic Hadapi Federer di Semifinal

Di Canio: Balotelli Pantas Ditampar


SWINDON, KOMPAS.com - Legenda sepak bola Italia, Paolo Di Canio, mengatakan, penyerang Mario Balotelli egois dan karenanya layak ditampar.

"Balotelli sangat egois. Dia pantas dihadiahi banyak tamparan," ujar Di Canio.

Hal tersebut berkaitan dengan penampilan Balotelli pada semifinal Piala Eropa 2012 melawan Jerman, di Warsawa, 28 Juni lalu. Balotelli mencetak dua gol, yaitu pada menit ke-20 dan ke-36, yang membuat Italia menang 2-1. Gol Jerman dicetak Mesut Oezil dari titik penalti pada injury time.

Sepanjang turnamen itu, Balotelli mencetak tiga gol. Namun, menurut Di Canio, pemain yang membawa Italia melaju sampai final adalah Antonio Cassano, yang mencetak satu gol, yaitu ke gawang Irlandia di babak penyisihan grup.

"Melawan Jerman dia bermain baik dan melakukan dua hal hebat. Tapi pada akhir pertandingan saya lihat dia hanya menanti peluit panjang berbunyi untuk merayakan dua golnya. Dia tidak bermain untuk tim, melainkan hanya untuk dirinya sendiri," ulas Di Canio.

"Dia menganggap seluruh dunia melawannya. Bagi anak muda seperti Balotelli, tamparan di pipi lebih pantas ketimbang tepukan bangga di pundak dari pelatih Cesare Prandelli. Cassano punya peran penting di tim nasional. Dialah yang membawa Italia sampai ke final," tambahnya.


Via: Di Canio: Balotelli Pantas Ditampar

Cedera, Nadal Batal Hadapi Djokovic di Bernabeu


Madrid - Rafael Nadal harus mengubur mimpinya untuk tampil dalam laga amal melawan Novak Djokovic di Santiago Bernabeu. Petenis nomor dua dunia ini mengalami cedera dan harus beristirahat.

Nadal sebenarnya dijadwalkan bertemu Djokovic dalam pertandingan amal bertajuk ALMA NADAL, 14 Juli mendatang. Pertandingan itu sendiri dilangsungkan atas prakarsa dari Yayasan Realmadrid dan Yayasan Rafa Nadal, yang salah satu misinya adalah untuk memberikan peluang buat anak-anak untuk mendapatkan program edukasi berbasiskan olahraga.

Namun, karena mengalami masalah pada tendon lututnya, Nadal harus beristirahat sekitar dua pekan. Alhasil, rencana pertandingan di Bernabeu pun tak bisa diwujudkan.

"Saya ingin meminta maaf ke semua, khususnya kepada fans yang telah membeli tiket dengan tujuan sebaik ini. Saya minta maaf, namun kami tak akan bisa bertanding di laga ekshibisi ALMA NADAL di Madrid, Bernabeu, pada 14 Juli," jelas Nadal di situs resmi Madrid.

"Dokter sudah memeriksa lutut saya dan mengatakan saya menderita tendonitis pada ligamen patellar dan saya harus beristirahat selama 15 hari, di mana hal itu menghalangi saya untuk bermain melawan Novak Djokovic seperti yang sudah direncanakan," lanjutnya.

Nadal, yang tersingkir di babak kedua Wimbledon, kini berharap dirinya bisa lekas pulih agar bisa memperkuat Spanyol di Olimpiade 2012.

"Saya bertemu dokter pada hari Senin dan memulai proses pemulihan agar bisa mewakili Spanyol di Olimpiade London," katanya.

"Saya sekarang akan memulihkan diri sambil liburan pendek sebelum kembali berlatih dalam 15 hari. Sekali lagi, terima kasih semua. Rafa Nadal," pungkas dia.


Via: Cedera, Nadal Batal Hadapi Djokovic di Bernabeu

Santon Kembali ke Serie-A?


NEWCASTLE, KOMPAS.com - Bek penuh talenta Newcastle United, Davide Santon, bisa saja kembali ke Serie-A. Dari sejumlah laporan yang dihimpun, Lazio memimpin pacuan untuk mendapatkan tanda tangan Santon.

Lelaki berusia 21 tahun itu membuat sejumlah klub raksasa tertarik meminangnya. Permainan di musim pertamanya bersama "The Magpies" adalah alasan utamanya. Manajemen Newcastle pun tak merasa rugi telah menggelontorkan 4,5 juta euro (sekitar Rp 54 miliar) untuk memboyongnya dari Inter Milan, musim panas lalu.

Seperti dilaporkan koran Italia, Corriere Dello Sport, Newcastle memberi penawaran Lazio jika ingin meminang Santon. Promo "The Toon Army", bahwa Santon dapat bermain di segala posisi di lini pertahanan, membuat "I Biancocelesti" kembali tertarik.

Maklum saja, dulu Inter pernah ingin memasukkan nama Santon ketika meminang Goran Pandev dan Mauro Zarate. Entah kenapa, nama Santon akhirnya tak tercantum dalam kesepakatan transfer tersebut.


Via: Santon Kembali ke Serie-A?

Tuesday, July 3, 2012

Pedrosa Bidik Hat-trick Juara di Sachsenring


Sachsenring - Dani Pedrosa selalu kalah bersaing dengan Casey Stoner dan Jorge Lorenzo di sepanjang musim 2012. Di MotoGP Jerman akhir pekan ini, dia berharap bisa menang untuk menggenapi hat-trick podium teratas di Sachsenring.

Penampilan Pedrosa di musim 2012 ini sesungguhnya sangat stabil dan memuaskan tim Honda. Meski belum pernah memenangi balapan, dia berhasil enam kali naik podium dari tujuh balapan yang sudah digelar.

Jika ada peluang buat Pedrosa mengalahkan Stoner dan Lorenzo, maka kans tersebut terbuka sangat lebar di MotoGP Jerman. Di sana, pembalap asal Spanyol itu jadi juara di dua musim terakhir.

"Sachsenring menjadi lintasan di mana kami meraih sukses di masa lalu. Kami punya hasil yang sangat baik di sini dan ini adalah sirkuit di mana saya selalu menikmati balapannya," sahut Pedrosa seperti diberitakan Crash.

Dengan Lorenzo akhir pekan lalu gagal dapat poin, selisih Pedrosa dengan dua pembalap di posisi teratas kini hanya berjarak 19 poin. Itu artinya dia bisa saja menggeser kedua seterunya itu andai dapat posisi teratas.

"Setiap balapan punya nilai penting dan kami harus bekerja keras sambil menunggu waktu kami tiba. Kami menjalani akhir pekan yang bagus di Assen dan kami harus mengulanginya di Jerman; semoga kami bisa meraih kemenangan pertama di 2012, hal mana sangat kami inginkan saat ini," lugas Pedrosa.



Via: Pedrosa Bidik Hat-trick Juara di Sachsenring

Fabregas: Kami Lebih dari Sekadar Tim Sepak Bola


KIEV, KOMPAS.com - Gelandang Spanyol, Cesc Fabregas, mendapat peran istimewa sepanjang Piala Eropa 2012, yang dimenangi timnya, yakni peran yang kerap diistilahkan sejumlah kalangan dengan sebutan false nine. Penyerang murni walau bukan berposisi seperti striker, tetapi gelandang juga bukan, dalam formasi tim Spanyol yang tanpa striker murni (strikerless).

Kontribusi Fabregas dalam mengantarkan Spanyol juara tak perlu diragukan. Pemain Barcelona berusia 25 tahun itu membukukan 2 gol dan 1 asis. Asis briliannya kepada David Silva membuahkan gol pembuka Spanyol dalam kemenangan 4-0 atas Italia pada final di Stadion Olimpiade, Kiev, Ukraina, Senin (2/7) dini hari WIB.

Seusai laga, saat keluar dari ruang ganti dan berjalan menuju bus melewati area mixed zone, tempat wartawan menunggu pemain, Fabregas terlihat ceria. Di depan kumpulan wartawan berbahasa Inggris, mantan pemain Arsenal itu berhenti dan memberikan keterangan panjang-lebar seputar penampilan Spanyol, prospek tim itu ke depan, hal-hal apa saja yang membuat Spanyol begitu perkasa, dan juga rencana-rencana ke depannya.

Berikut petikan wawancara wartawan, termasuk Kompas, dengan Fabregas di area mixed zone Stadion Olimpiade.

Tanya (T): Anda sudah memenangi semuanya: Piala Dunia, Piala Eropa. Anda merasa ini bukan yang terakhir, kan?

Jawab (J): Saya masih kurang dalam dua hal, yakni satu paket komplet dalam sepak bola, yakni (juara) Liga Champions dan (juara) liga. Saya ingin menjuarai liga bersama Barcelona tahun ini. Jadi, itulah yang saya kejar musim ke depan ini.

T: Terkait perdebatan soal permainan Spanyol yang membosankan, penampilan hari ini mungkin jawabannya. Komentar Anda?

J: Saya pikir, kami telah memperlihatkan (gaya permainan) itu bertahun-tahun. Kami punya gaya permainan sendiri. Kami bermain dengan maksud bukan untuk disukai semua orang. Jelas, kami percaya terhadap apa yang kami lakukan. Kami biasa tampil dengan cara seperti ini.

Kami tak bisa bermain dengan cara lain, seperti bola-bola panjang. Sebab, Iniesta tidak kuat, saya tidak kuat, Silva tidak kuat, Xavi tidak kuat. Jadi, kami harus memainkan sepak bola yang cepat dengan kombinasi. Seperti ini permainan sepak bola yang kami sukai dan kami menikmatinya. Saya pikir, kami berbangga dengan trademark bahwa kami memenangi treble. Inilah cara yang kami mainkan.

Kumpulan pemain ini lebih dari sekadar tim. Kami semua teman satu sama lain. Kami suka bermain kartu bersama, kami suka dalam suasana bersama-sama. Ada hal lain, ini bukan sekadar tim sepak bola. Lebih dari itu.

T: Arsene (Wenger) mengatakan, Spanyol tanpa striker lebih berbahaya dan Anda sepertinya lebih pas tampil di depan?

J: Saya kira, tidak. Saya bisa katakan, kami bermain luar biasa dalam empat tahun terakhir dan saya berbicara kepada Wenger beberapa pekan lalu, kami butuh David Villa dan Carles Puyol. Namun, kami punya sumber daya pemain dan semua pemain, termasuk Sergio Ramos akan tampil lagi pada turnamen berikutnya. Saya ingin bermain pada saat Fernando Torres juga tampil. Yang juga bagus dari tim ini adalah semua pemain di bangku cadangan kami. Kami punya Torres, (Juan) Mata yang bisa membuat perubahan di Chelsea. Semua pemain mampu tampil dalam level puncak.

T: Anda lihat, pemain seperti Xavi yang akan berumur 34 tahun saat Piala Dunia 2014 di Brasil. Apakah masih ada prestasi yang ingin diperlihatkan tim (Spanyol) pada masa-masa mendatang?

J: Ya. Semua orang mengatakan, kami akan berakhir setelah Piala Dunia (2010). Kami telah memenangi Piala Eropa dan Piala Dunia. Kali ini, kami baru memenangi Piala Eropa. Kami baru mencetak treble. Belum pernah ada yang melakukan ini dalam sepak bola. Jadi, kami bangga.

T: Jika tak keberatan, apa komentar Anda tentang tim Inggris di turnamen ini?

J: Saya pikir, mereka bermain bagus. Namun, mungkin terlalu defensif, bukannya lebih menyerang dalam permainan. Mereka punya pemain-pemain yang harus ditundukkan. Mungkin mereka cenderung terlalu protektif di lini belakang daripada maju menyerang. Namun, saya suka cara Inggris bermain dan mereka hanya tidak beruntung saat kalah dalam adu penalti dengan Italia karena semua hal bisa terjadi.

T: Xavi mengatakan suka dengan gaya bermain Anda. Apakah gaya permainan terpengaruh oleh gaya yang diperagakan Xavi?

J: Tentu saja. Ini gaya permainan kami dalam enam tahun terakhir. Mungkin di Jerman kami tidak tampil seperti yang kami inginkan. Namun, setelah itu, kami tampil dalam level yang sangat-sangat tinggi. Kami sangat senang dengan cara permainan yang kami peragakan. Mungkin membosankan, tetapi itu hal yang berbeda. Anda bisa menilai sebuah tim membosankan, saya tidak terlalu memikirkan hal itu.

T: Apakah Anda pernah melihat permainan Brasil tahun 1970- an? Gaya permainan yang Anda tampilkan malam ini sepertinya mirip mereka....

J: Tidak. Kami mempersiapkan diri untuk final. Dan Anda membicarakannya. Kami hanya ingin tampil bagus, untuk negeri kami, untuk terus menang dan juara, membuat warga negeri kami tetap gembira. Ini Spanyol yang sangat sulit untuk dihadapi, tetapi membuat banyak orang gembira, setidaknya malam ini.

T: Bagaimana Anda mempertahankan tekad kuat dan determinasi untuk tetap bisa juara setelah begitu sering menang?

J: Sulit untuk menjelaskannya. Kami ini hanyalah manusia biasa. Kami berlatih keras, bermain keras, bermain tenis meja bersama sebagai teman, kami menonton film bareng, dan kami juga saling bertemu dengan keluarga masing-masing. Saya tidak tahu, ini atmosfer yang benar-benar indah. Kelihatannya satu generasi akan pergi, tetapi pemain yang ada tetaplah sama. Kami tetap sama. Kami sederhana, kami ingin bekerja keras, juga percaya keberuntungan.

T: Seberapa penting sosok Vicente del Bosque dalam hal ini?

J: Dia figur yang sangat penting karena dia selalu membuat suasana tenang dan menyebarkan ketenangan itu kepada kami. Dia tidak membuat kami gugup. Dia hanya ingin kami bermain seperti yang kami sukai dan Anda bisa nikmati. Dia benar-benar pelatih spesial bagi Spanyol.

T: Apakah generasi baru pemain Spanyol sudah siap mempertahankan sukses ini?

J: Kami harus terus melangkah. Xavi, Iker Casillas, dan Puyol telah tampil bersama timnas selama 12 tahun. Anda harus tetap mempertahankan performa. Mereka harus memikul tanggung jawab. Dan seperti Jordi Alba, dia tampil luar biasa, masih berusia 23 tahun. Kami ingin semua ini terus berlanjut.

Busquets, Iniesta, saya, Alba masih berusia 23 atau 25 tahun. Ini usia yang tepat untuk tampil pada turnamen level tinggi.

(Mh Samsul Hadi dari Kiev, Ukraina)


Via: Fabregas: Kami Lebih dari Sekadar Tim Sepak Bola

Anak Berlusconi Terpikat Carroll


MILAN, KOMPAS.com - Anak dari Presiden AC Milan Silvio Berlusconi, Pier Silvio Berlusconi, menyatakan sangat senang jika striker Liverpool, Andy Carroll, bisa bermain di San Siro. Pier Silvio menganggap usia dan fisik Carroll sangat cocok untuk Milan.

"I Rossoneri" baru saja melepas beberapa pemain veteran seperti Gennaro Gattuso, Clarence Seedorf, Filippo Inzaghi, Alessandro Nesta, Gianluca Zambrotta, dan Mark van Bommel. Kini, Milan tidak ingin lagi dianggap sebagai klub pengumpul para pemain tua.

"Ini saatnya Milan yang baru. Milan yang lebih muda dan sudah memiliki langkah tepat memulai ambisi setiap tahunnya," jelas Pier Silvio kepada Corriere dello Sport.

"Siapa pemain yang ingin saya lihat di Milan? Jujur, saya ingin Andres Iniesta. Tetapi, saya selalu terkesan dengan striker Inggris, Andy Carroll," lanjutnya.

Pier Silvio seperti tidak terpengaruh oleh kritikan yang terus diterima Carroll sepanjang musim lalu. Tetapi, tidak mudah bagi Milan jika benar-benar tertarik kepada Carroll. Pemain berambut kuncir itu dibeli Liverpool dari Newcastle dengan banderol mahal. Jadi, "The Reds" juga akan meminta mahar yang tak murah bagi peminat serius Carroll.


Via: Anak Berlusconi Terpikat Carroll

Xavi Siap Main di Piala Dunia 2014


KOMPAS.com - Xavi Hernandez yang menjadi salah satu roh permainan Spanyol, menyatakan siap tampil di Piala Dunia 2014 di Brasil selama diberi kepercayaan oleh pelatih.

Tak terbantahkan lagi bila Xavi Hernandez merupakan salah satu sosok penting keberhasilan Spanyol menjuarai tiga turnamen besar dalam empat tahun terakhir. Pada 2014, usianya sudah 34 tahun. Namun, dia masih menunjukkan semangat yang membara.

Jika lolos dari babak kualifikasi Zona Eropa, "La Furia Roja" bakal menjadi tim yang paling dinanti. Selain juara bertahan, Spanyol terus menunjukkan sepak bola superior dalam empat tahun terakhir.

Tahun ini, Xavi telah genap berusia 32 tahun. Di usia mendekati akhir karier, Xavi masih menunjukkan kapabilitasnya sebagai pengatur serangan kelas wahid di dunia. Dua assist di partai final Piala Eropa 2012 melawan Italia menjadi bukti kehebatan pemain bernama lengkap Xavier Hernandez i Creus itu.

Sepanjang Piala Eropa 2012, Xavi tercatat sebagai pemimpin beberapa kategori individu. Pemain Barcelona tersebut paling banyak menghasilkan jumlah umpan sukses, jumlah umpan berbahaya, serta jumlah umpan silang sukses di antara pemain-pemain lain.

Kepemimpinan Xavi selama Piala Eropa 2012 juga dibutuhkan oleh rekan-rekannya. Pernah suatu ketika, kamera televisi menangkap Xavi terlihat memberi instruksi kepada teman-temannya saat Spanyol mulai kehilangan konsentrasi beberapa saat melawan Kroasia. Sebagai pemain tengah, terlihat jelas gestur tubuh Xavi yang mengomandoi rekan-rekan di sekitarnya agar bermain lebih rapi.

Setelah pergelaran di Ukraina dan Polandia usai, banyak yang mempertanyakan apakah Xavi akan bermain untuk Spanyol di ajang-ajang besar internasional selanjutnya. Pemain kelahiran Terrassa itu memberikan satu jawaban pasti.

"Jika baik-baik saja, aku akan berada di sana (Piala Dunia 2014). Aku akan berbicara kepada Pelatih Vicente del Bosque. Ya, aku siap bermain di Brasil," ucap Xavi penuh keyakinan.

Namun, risiko terburuk pasti selalu terpikirkan. Andai Xavi tidak bermain di Piala Dunia 2014, bisakah Spanyol berjaya tanpanya?

Berbagai kemungkinan masih bisa terjadi. Spanyol juga masih memiliki beberapa pemain hebat lain. Belum lagi, kemungkinan ada nama-nama pemain muda Spanyol yang mencuat dalam dua tahun ke depan. Namun, jika Piala Eropa 2012 merupakan ajang besar terakhir Xavi bersama timnas Spanyol, rekan-rekannya atau bahkan seluruh dunia akan kehilangan salah satu pemain yang dikenal sebagai "Si Raja Umpan" ini.


Via: Xavi Siap Main di Piala Dunia 2014